Kamis, 13 Oktober 2016

KASIH CINTA DARI ALLAH

Hay gan aku cuma mau share kata - kata yang cukup mengingatkan bagi kita yang merasakan sedang jatuh cinta kepada sesama Hamba-Nya untuk kita agar tidak salah dalam menjalin KASIH CINTA yang saat ini sedang merasuk kedalam sukma hatimu...

"
Mungkin ada beribu alasan agar kau bisa mengobrol dengan si dia, yang diam-diam kau suka. Berbagai sosial media si dia, kau ikuti agar selalu bisa memantau apa yang sedang dia lakukan. Meski tak berkomentar, tapi hati sudah bahagia rasanya, bisa melihatnya. Tapi seringkali hati pun terbakar cemburu ketika kau dapati si dia bersama orang lain, entah dari fotonya atau dalam kesehariannya. Apalah daya, statusmu hanya sebagai secret admirer yang diam-diam menyimpan perasaan. Kau ingin dimengerti, siapalah engkau. Kau ingin disapa, siapalah engkau. Yang bisa kau lakukan hanyalah sebatas stalking. #sedih "Cobalah sedikit memahami bahwa untuk mencoba mengobrol denganmu itu butuh keberanian atau alasan." Haruskah kau berpikiran seperti itu? Seharusnya, bila posisimu sebagai wanita, kau bersyukur bila si dia cuek, tak terlalu merespons, tak banyak cakap, tak mengajakmu mengobrol terlalu intens. Berbenah dan berbaik sangkalah, dengan dia melakukan itu, berpikirlah Allah sayang padamu. Allah tidak ingin kau terbawa bujuk rayu setan yang menyesatkan perasaan. Lalu saat kau bisa mengobrol lebih intens, pastinya tak hanya sekali obrolan itu berlangsung, keesokan harinya atau hari selanjutnya hati pun ada keinginan lagi dan lagi karena hati sudah dimabuk kasmaran. Beristigfarlah sahabat, agar hati terlindungi dari godaan setan (zina). Bersyukurlah kau dijauhkan dari rasa sakit yang sebenarnya kau sendiri yang menciptakannya karena diam-diam mencintai dia yang belum halal bagimu.
Sahabat, sudah sepatutnya kau kontrol hati itu agar tidak liar, tidak dikuasai nafsu, agar tidak tenggelam dalam bujuk semu. Sabarkanlah hatimu sahabat. Isi hati dengan hal-hal yang bermanfaat.
__ "Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain DIA. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya." (Imam Syafi'i)